Jumat, 01 Juni 2018

D?

Pertanyaan ini akan selalu membuatku gundah.
Aku yang jatuh cinta terlalu mudah?
Dia yang memang terlalu indah?
Atau hatiku saja yang masih serba salah, karena kurang berbenah?
Entahlah...
Aku benci cinta yang datang pada waktu dan momen yang salah.

Aku benci jika tubuhku menjagamu.
Aku benci jika pikiranku tertuju padamu
Aku benci rindu padamu.
Aku benci jika harus cemburu.
Tapi aku tidak membencimu...
Tapi aku tidak membenci sifatmu...
Tapi aku tidak membenci hadirmu..
Hanya saja, cinta ini datang pada waktu dan momen yang salah...


Banjarmasin, 1 Juni 2018. 17:24
D?

Senin, 16 Oktober 2017

Tapikir

@ilaaaunu_Jangan bingung dengan kepribadianku dan sikapku. Kepribadianku adalah aku sikapku tergantung kamu...

Senin, 18 September 2017

Siap-siap 3

Perjalanan Awahir bersama sepedanya terus berlanjut. Matahari yang selama perjalanan menjadi musuhnya mulai bersembunyi ke arah barat. Sinarnya yang berwarna oranye gelap membuat siapa saja akan yang melihatnya akan terkesima. Namun Awahir tidak terkesima karena perutnya yang sudah lapar.

Dikantong Awahir ada uang 10 ribu. Dilihatnya banyak penjual nasi goreng dipinggir-pinggir jalan. Ada yang sepi dan ada juga yang banyak orangnya, ada yang pakai tulisan harga ada juga yang tidak. Ada satu tempat makan yang membuat Awahir tertarik bertulisan 'Galuh-galuhan'. Awahir putuskan untuk masuk kehalaman tempat makan itu dan memarkirkan sepedanya.

"Parkir sepedanya ke sana Mas." kata sang satpam sambil menunjuk ke arah pos tempat dia jaga. Awahir mengikuti arahan si satpam. 'Ternyata ditempat ini parkir sepeda sangat ekslusif, dekat dengan sang satpam.' pikir Awahir.

Awahir masuk kedalam tempat makan.

"Selamat datang." Suara merdu menyambut langkah kaki Awahir. Dan dia langsung di arahkan ketempat duduk. Diatas meja tempat duduk, Awahir mulai membalik-balik buku menu yang sudah disediakan disana. Gambar makanan dibuku itu sanagat membuat Awahir tertaik. Namun ada yang membuat dia bingung, yaitu angka-angka harga yang dilanjutkan dengan hurup 'K'. Awahir pun memanggil orang yang mengantarnya ketempat duduk tadi.

"'K' ini apa ya Emba? Mata uang baru ya?" kata Awahir polos. "Saya punya uang segini kira-kira bisa dapat berapa 'K'" Awahir mengeluarkan uang 10 ribu yang dia punya.

Si Emba nya ketawa dan bilang "Kalau gak punya uang jangan datang kesini Mas."

Mendapat jawaban seperti itu, Awahir membuka kembali buku menu dan berkata dengan santai. ''Emba, saya mau pesan Nasi Timbel Polosnya satu.''

Makanan yang bernama Nasi Timbel Polos pun datang. Besarnya kira-kira seperti batu bartai yang berukuran besar, bentuknya lonjong, berbungkus daun pisang. Kalau orang Hulu Sungai bilang mirip Lampar dan disajikan diatas piring putih, mewah. Nampak sekali bahwa makanan ini kesepian dan memang benar-benar polos.

Alasan kenapa Awahir memilih Nasi Timbal Polos itu adalah karena didalam buku menu yang dia lihat, hanya Nasi Timbal Polos lah yang harganya dibawah 10 ribu, yaitu 7 K. Karena perut Awahir sudah keroncongan, makanan itu langsung saja dia makan. Walau perutnya tidak kenyang, paling tidak kalau ditanya 'apakah dia sudah makan atau belum?' dia akan menjawab 'sudah'.

Hari sudah malam ketika Awahir keluar dari tempat makan dan melanjutkan perjalanan. Dia melihat lampu warung-warung dipinggir jalan yang sudah menyala, dia menyesal. 'pasti aku akan lebih kenyang kalau makan disana'. Tapi apa daya, uang tinggal 3 ribu.

Selain melihat lampu warung yang sudah menyala, Awahir juga melihat lampu-lampu yang melilit pohon-pohon dipinggir jalan. Muncul pertanyaan dalam dirinya. 'Kenapa pohon dikota diberi lampu untuk penerangan, sementara banyak desa-desa yang gelap dan bahkan listerik pun belum masuk? Mana letak keadilan sosialnya? Mengapa hanya ada Sial?'. Pertanyaan ini terlalu sulit untuk Awahir jawab sendiri.

Kamis, 14 September 2017

Siap-Siap 2

Tenaga Awahir telah pulih. Dengan tergesa-gesa dikayuhnya kembali sepedanya. Namun tetap terasa lambat, karena ada benda lain yang selalu mendahuluinya silih berganti.

"gubrak...." Bunyi remuk terdengar dari sepeda motor yang baru saja mendahuluinya. Anak kucing terlempar kesemak-semak disamping jalan. Tanpa merasa bersalah sedikitpun pengendara sepeda motor itu tetap melaju dengan cueknya.

"hey.." Awahir yang melihat kejadian itu berteriak sekuat tenaga. Namun suara Awahir sepertinya tidak ditanggapi karena sang pengendara ketakutan untuk bertanggung jawab atau sepertinya suara Awahir kalah dengan suara bising dari kenalpotnya yang sudah dimodivikasi atau mungkin dia memang tuli dan buta untuk mengetahui sebuah kesalahan yang dia lakukan? Entahlah.

Awahir berhenti disamping semak-semak. Dilihatnya anak kucing itu sudah tidak bergerak lagi, bulu putih nya telah berubah menjadi merah.

Tidak jauh dari mayat si anak kucing, Awahir telah membuat lubang untuk menguburkan mayat si anak kucing.

Entah siapa yang salah dalam kejadian ini. Si anak kucing yang memang diciptakan tanpa dibekali akal. Atau si pengendara motor yang tidak tahu apa yang dia lakuakn. Atau mungkin dia hanya pura-pura tidak tahu? Entahlah.

Tapi yang Awahir tahu dan Awahir pahami. Mayat anak kucing ini harus dikuburkan.
Entahlah...

Minggu, 03 September 2017

Siap-Siap.

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi seseorang bertubuh tinggi, berbadan kurus dan berkepala botak. Awahir harus mengayuh sepedanya kedesa Aigahab. Matahari bersinar dengan bahagia dan awan terlalu takut untuk menunjukan lekuk tubuh putihnya.

Ditengah perjalanan Awahir telah mandi keringat. kepalanya yang botak seakan menjadi musuh bagi sang matahari. Dipinggir jalan dlihatnya ada pohon Beringin yang sangat besar dan rindang. Didalam pohon Beringin terlihat sebatang pohon yang sudah mati, sejenak Awahir berpikir 'apakah pohon Beringin termasuk benalu? Kenapa pohon itu mati disana, didalam pohon beringin? Dan mengapa gambar pohon Beringin menjadi lambang sila yang ke 3?' Pengetahuan Awahir tidak dapat menjawabnya.

Turun dari sepeda dan didekatinya pohon beringin itu, angin sejuk berhembus pelan seakan memadamkan kulit kepala awahir yang penuh dengan keringat. Disandarkannya tubuhnya kebatang pohon Beringin itu dan matanyapun tertutup perlahan. Ditariknya nafas perlahan dari hidung secara berulang-ulang, sejuk, tenang dan damai.

Mata Awahir terus tertutup. Sejenak dia membayangkan pandangan mata seseorang yang selalu menunduk, membayangkan senyumnya yang sangat jarang terlihat, dan mencoba membayangkan apa yang dilakukan wanita itu sekarang. Dia ingin sekali memanggil nama wanita itu dalam ketenangannya. Semakin ingin dia melakukan itu, entah mengapa semakin sedih hatinya.
Awahir membuka kedua matanya, berdiri, dan mengambil sepedanya. "aku harus bersiap-siap!!"...
Bersambung... 

Senin, 12 Juni 2017

Pesan dari Murabbi Husaini tentang: MAHASISWA DAN ORGANISASI

Mahasiswa dan Organisasi bagaikan seorang supir dan kaca spion, bayang kan jika seorang supir yang mengemudi mobil tanpa melihat kaca spion, mungkin sampai ketujuan, namun mobil yang dia kendarai mungkin lecet maupun hancur.
Dan jika seorang supir hanya melihat kaca spion tanpa melihat jalan yang yang dia jalani. Yang terjadi mobil itu akan menabarak dan terhenti sebelum sampai ke tujuan, maka dari itu kalau ingin jadi seorang supir yang baik dia harus tahu saatnya untuk fokus dijalan dan saatnya untuk melihat kaca spion.....

Artinya, mahasiswa yang hanya fokus kuliah tanpa ada ikut organisasi mungkin dia akan menadi sarjna, akan tetapi tidak dibekali dengan pengalman yang cukup, kurang percaya diri dan sebagainya 
Sebaliknya, mahasiswa yang hanya mementingkan organisasi tanpa memperdulikan kuliahnya, tidak akan lulus menjadi sarjana. 

Maka jadilah mahasiswa yang akan sukses kuliah dan sukses organisasinya. Dia tahu kapan dia harus berada di organisasi dan kapan dia harus fokus kuliah, karena itu aturlah waktumu sebaik-baiknya mulai dari sekarang....!!!!  

28 Agustus 2015. Asrama 3 putra IAIN ANTASARI (sekarang UIN ANTASARI BANJARMASIN)

Senin, 03 April 2017

Memberi Alasan...

Seperti dalam novel-novel dan filem yang bernuansa romantis Hujan adalah gambaran sempurna tentang perasaan bingung dan bahagia. Dan ketika hujannya lebih deras, perasaan enggan bergerak dan dingin mulai terasa.
Kulihat dia duduk disamping pintu kaca ruangan kelas, dengan Hp ditangannya. Ingin mendekat, tapi mengapa juga ada rasa ingin menjauh? Kupasang jaket usangku dan kuputuskan untuk keluar ruangan, tanpa menoleh ke arah dia.
Sampai didepan pintu keluar, entah mengapa aku menolah kebelakang dan melihat dia dari balik pintu kaca. Kuliaht dia sedang membaca Qur'an dari Hp nya.
Keputusanku untuk tidak mendekat ternyata sudah tepat. Kupalingkan wajah senyumku kearah hujan. Embun sejuk dari rintiknya membasahi muka ku. Sejuk dan tenang.
Terbesit pikiran bodoh saat itu. "dia kedinginan? Apa aku harus menyerahkan jeket usangku? Bagaimana jika dia mau terima dan mau memakainya? Tidak, aku tidak ingin itu terjadi, dia akan malu memakai jaket usang ku." jawaban sudah ku temukan. Tapi terbesit kembali pikiran bodoh. "Bagaimana jika dia memang kedinginan? Mana yang lebih penting baginya? Malu atau kedinginan?......"
Setiap ku berpikir dan mengambil keputusan, keputusanku akan membuatku berpikir kembali untuk mengambil keputusan yang mana? Terus berulang, sampai aku berani bertanya dan namun ku dasari hujan sudah berhenti....
:) L

Selasa, 14 Maret 2017

Lupa :)

Memang banyak orang diluar sana yang lebih baik dari pasanganmu, lalu kamu akhirnya ragu untuk memilihnya. Dan kamu pikir, kamu bisa mendapat yang lebih baik dari dirinya?
Tapi kamu lupa satu hal, yaitu betapa banyaknya orang yang lebih baik dari kamu tapi dia memilihmu..

Jumat, 03 Maret 2017

PASANGAN DIRI. By: Desy Aulia

Pasangan Diri

Kaitan hati nurani
Sepasag insan manusiawi
Mengisyaratkan bisikan hati
Apakah semua ini akan kembali lagi?
Ataukah akan hilang dan pergi?
Hanya waktu yang menjawab semua ini

Cintaku ini murni
Namun, apakah kau anggup berarti?
Aku ingin kau kembali
Menemani saatku sendiri

Nama: Desy Aulia

Kelas: XII IPS 1

13-11-2014

Minggu, 08 Januari 2017

Tahun Baru Bersama Suasana Baru, Dikota Barabai

Tahun baru dikota Barabai. Kampung halaman yang penuh damai. Disetiap pohon-pohon yang besarnya, adalah saksi setiap perubahan yang telah dicapai.

Seperti biasa aku dan sahabatku mengatur recana untuk pergi ke Lapangan DWIWARNA. Kerena disana akan dilaksanakan "Habsyi dan Shalawat Bersama" pada malam tahun baru.

"Kita pakai baju apa malam ini?" kata sahabatku memastikan pakaian.

"Dikondisikan dan sesuaikan rencana kita saja" jawabku.

"Ok. sip... nanti habis sholat Isya aku datang menjemput"

Maka berangkatlah kami malam itu. Dengan memakai peci putih, menggunakan gamis putih, kamipun berangkat menuju lapangan Dwiwarna yang penuh sesak dengan berjalan kaki.

Pemandangan yang sama ditahun-tahun sebelumnya adalah pasangan muda-mudi yang jalan-jalan. Ada yang bergandengan tangan sambil jalan kaki dan ada pula yang satu motor untuk berdua. Tiba-tiba tangan sahabatku menyenggolku.

"Dil, ada vokalis Kangen Band yang jalan-jalan sama Raisa" Kata Tsabit sambil memberi kode untuk melihat ke pasangan muda-mudi yang berjalan kaki disamping kami.

Si vokalis kangen band dengan rambut panjang menutupi muka, jaket kulit warna hitam, celana jeans warna biru, dan pakai sepatu futsal warna Hijau Stabilo (tahu hijau stabilo? itu lo warna hijau yang super JRENG dan kalau dilihat dari jarak 5 KM bisa kelihatan. hehhehe....) dan si Raisa tanpa menggunakan kerudung warna rambutnya terlihat kemerah-merahan (kami tidak tahu apa penyebabnya, apakah karena menggunakan pirang atau gara-gara dia tidak mandi? Pikir positif aja mungkin warna rambutnya sudah dari kecil gitu) baju kaos warna merah ketat, celana pensil yang juga ketat, dan menggunakan sendal jepit yang ada loncengnya.

Aku menundukan kepala dan berusaha menahan tertawa. Kulihat sahabatku juga melakukan hal yang sama.

Aku telah menemukan dua hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertama, cewek dan cowok berjalan bersama menuju lapangan Dwiwarna, menggunakan pakaian santai adalah sesuatau yang sangat aneh. Mengingat malam itu akan diadakan "Habsyi dan Shalawat Bersama". Kedua, aku tidak melihat satu kembang api pun diatas langit.

Langit Kota Barabai malam itu bersih, penuh bintang. Ditambah dengan acara "Habsyi dan Shalawat Bersama" membuat lengkap keindahan Lapangan Dwiwarna, Kota Barabai pada malam itu.

                                                                    *****

"Kita duduk dimana Dil?" tanya Tsabit ketika kami baru sampai dilapangan Dwiwarna.

Kulihat rombongan Bapak Bupati juga baru saja sampai dilapangan Dwiwarna. "Tenang, ikuti aku. Separti bisa Bit, gunakan wajah menyakinkan kita."

Kami berjalan mengikuti rombongan Bapak Bupati dan berusaha agar berada tepat dibelakang Bapak Bupati.

Akhirnya kami bisa duduk santai sambil menikmati 'Habsyi dan Shalawat Bersama'.
Iseng-iseng ku tulis SMS yang isinya begini:

"Terima kasih banyak pak, karena malam ini telah melaksanakan kegiatan yang sangat positif dikabupaten Hulu Sungai Tengah." ku pilih no tujuan dan ku kirim.

Kulihat Bapak Bupati memegang handphone nya. Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone ku, yang isinya "alhamdulillah"

Kadang hal-hal sederhana yang dilakukan oleh 'sang penguasa', akan sangat bernilai dimata 'sang rakyat jelata' seperti ku. Dan kadang, pujian dari 'sang rakyat jelata' akan sangat berharga dimata 'sang penguasa'.

Ting :)


AndinKiky. Bagian 1

Seperti yang kita ketahui bersama. Malam api unggun merupakan malam yang penuh suasana. Duka, ceria, susah, bahagia, gelisah, damai, senang, sedih, dan cinta. Semuanya bisa terjadi dan berasal dari api unggun yang sedang menyala. Apa lagi bagi anggota Pramuka. Disaat api mulai menyala, disana ada seni, tawa, dan cerita. Yang ditampilkan pada acara setiap satuan di pramuka. Dan, dari api unggun ini jualah lahir sebuah cerita cinta anggota Pramuka.

“Semua sekolah sudah tampil pentas seni, Jar?” Tanya Andin kepada Fajar yang saat itu jadi MC pentas seni api unggun.

“Sudah, dan kayaknya semua barang juga sudah dibawa deh sama Panitia Bidang Perlengkapan. Kata ka Ipul, kita sudah bisa beristirahat sekarang” Jawab Fajar sambil melihat ke arah jam tangannya yang menunjukan tepat pukul 23:00.

Andin mengacungkan jari jempolnya ke arah Fajar. “sip... semangat Jar, kamu istirahat aja duluan. Aku pengen menghangatkan tubuh dulu di depan api unggun.”

Mereka ber dua berpisah. Andin berjalan menuju api unggun. Disana dia melihat seorang wanita yang sudah duduk diatas matras sendirian menghadap ke arah api dan wanita itu juga memakai seragam pramuka sama seperti dirinya.

“Boleh aku ikut duduk?” tanya Andin sambil menoleh ingin mengetahui siapa wanita yang duduk disana.

“Ya, boleh... silahkan.” Kata wanita itu. Andin sangat mengenal suara dan wajah itu. Mereka sudah satu kelas selama lima tahun. Nama wanita itu Kiky.

Mereka bersampingan, Andin duduk disebelah kiri Kiky. Mereka berdua terdiam menikmati hangatnya api unggun.

Malam semakin larut. Langit semakin jelas terlihat. Karena sang awan sudah menepi diterpa angin laut. Bulan dan bintang-bintangpun bersinar lebih terang tanpa hambatan yang merenggut.

“Andin.” Suara Kiky memanggil nama Andin.

“Iya, ada apa?”

“Kamu bawa Handpone? Boleh pinjam?”

Andin mengeluarkan Handponenya dan menyerahkannya ke tangan Kiky. Kiky memfoto langit yang penuh bintang-bintang itu.

“Coba lihat Din” kata kiky sambil memperlihatkan hasil fotonya ke Andin. “Kalau kamu disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”

“Mungkin yang ini” Andin menunjuk ke arah satu bintang kecil dan paling redup dari bintang-bintang lain yang ada pada foto. “Kalau kamu juga disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”

Kiky menunjuk satu bintang paling terang dan dekat dengan bintang-bintang lain yang ada pada foto.

“Kenapa memilih bintang ini?” tanya Andin.

Kiky mulai menjelaskan. “Karena ku pikir, satu bintang paling terang itu merupakan bintang paling dekat denganku, yang tahu betapa banyak kekuranganku, yang paling tahu setiap sifat dan tingkah anehku, dan juga yang paling tahu bagaimana mengatasi sifat dan tingkah anehku itu.”
Andin tersenyum mendengar jawaban Kiky.

“Oh iya Din, kenapa kamu memilih bintang yang kecil dan redup ini?” Sambung Kiky.

Sambil menatap wajah Kiky yang kekuningan terkena cahaya api unggun, Andin mulai bercerita. “Dulu, sebelum kamu bertanya tentang bintang hari ini. Aku sudah pernah merenungkan dan memilih satu bintang diatas sana. Aku memilih bintang paling kecil dan paling redup dari bintang-bintang yang lain. Karena aku pikir bintang ini mewakili seseorang yang ku tahu setiap kekurangannya, yang ku tahu setiap sifat dan tingkah anehnya, dan juga yang ku tahu cara mengatasi setiap sifat dan tingkah anehnya itu. Selain itu, ku pikir bintang yang kecil dan redup itu hanya perlu didekati agar tampak terang dan jelas.”

Kiky menyandarkan kepalanya ke bahu kanan Andin. Malam yang gelap bersama cahaya bulan dan bintang-bintang menjadi saksi bisu bahwa didepan api unggun pada hari ini ada sepasang anggota Pramuka yang mencoba saling memahami perasaan satu sama lain.

Tanpa terasa tengah malam mulai bergerak kerah pagi. Andin berusaha agar bahunya tidak bergerak dan membuat Kiky terbangun dari tidurnya. Api unggun didepan mereka mulai meredup. Dan dingin sudah mulai menyelimut.

Perlahan-lahan Andin melepas baju pramukanya dan menyelimutkan bajunya itu ke tubuh Kiky. Hal seperti ini memang sudah sering terjadi di adegan-adegan filem, seorang laki-laki memakaikan baju atau jaketnya ke seorang wanita pasangannya. Lambang perlindungan dari seorang laki-laki untuk seorang wanita yang lembut, yang harus laki-laki jaga. Tapi bagaimana jika kamu yang melakukannya atau merasakannya sendiri? Pasti rasanya akan sangat berbeda.

Bersambung.... :)

Minggu, 09 Oktober 2016

A+

02:54
Ku tahu, buku itu sudah dipinjam orang lain
Buku tulis yang seharusnya selalu ku jaga
Yang seharusnya selalu ku isi dengan petualangan setiap detiku
Namun, buku itu dipinjam orang lain
Dan aku tak sempat menuliskan cerita didalamnya

Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak meminjamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak menuliskan ceritanya
Hanya saja ini terlalu sakit untuk orang perindu sepertiku
Hanya saja ini terlalu sedih untuk orang pemimpi sepertiku

Dia memang penulis petualangan yang baik
Tapi aku tak melemahkan diriku, bahwa aku juga punya petualangan hebat
Dan harus kutulis dalam buku itu.

Siapa yang tahu masa depan?
Mungkin saja dia kehilangan buku itu
Atau mungkin saja dia sengaja menghilangkannya?

A?

Senin, 26 September 2016

NIYSA ?


























Namamu selalu kusebut dalam do'a dipagi hariku
Ingin kamu selalu bahagia dan sehat dikejauhan sana
Yang selalu membuatku khawatir.
Apa kau tahu aku selalu melakukan itu untukmu?


Semakin ku ingat kamu
Akal ku selalu bilang "menjauhlah darinya"
Lalu hatiku akan bilang "kamu pasti bisa dekat"
Apa yang salah dengan akal dan hatiku?
Mungkinkah ini cinta?
Aku bingung, aku sangat ingin mendekat
Tapi disisi lain aku juga ingin menjauh...
Untuk apa aku melangkah jika tujuanku bukan kamu?
Rasanya sangat menyakitkan, namun aku merasa tenang...
Rahasia dari kelembutan sikapmu
Aku bingung dan semakin bingung.
Hatiku tersesat, tapi aku menikmatinya
Merasakan setiap hari ada perubahan
Aku ingin menjadi baik,
Hanya dengan mengenangmulah aku dapat melakukannya...

?

Selasa, 20 September 2016

untuk A..?? :)

Entah kenapa aku jadi pengen menulis cerita ini, hari ini. Mungkin kerena bagian terakhir dari cerita ini telah ada.

Awalnya aku berfikir bahwa semua itu takdir. Lulus dari MTs, aku pengen sekolah ke SMA yang mungkin terpavorit saat itu dan mungkin juga karena aku pengen menghindari pelajaran agamanya.
Ketika aku mendaftar di SMA, dia ada disana. Mengguankan kerudung merah, baju biru muda, anggun sekali. Wajahnya yang putih, senyumnya yang manis, serta tahilalatnya yeng menghiasi wajahnya itu telah berhasil membuat mataku tertuju padanya beberapa detik. Apa itu bisa disebut cinta pada pandangan pertama? Entahlah.

Kita mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, duduk bersampingan dan akhirnya kita juga sama-sama tidak lulus disana. Aku masih ingat hari itu, hari ketika kita malu-malu bersama karena sama-sama tidak lulus di SMA dan sama-sama juga mendaftar di MAN. Kuberanikan diriku untuk menyapamu.

"gak lulus di SMA?" tanyaku.

"kamu juga gak lulus?" sahutnya.

"hahahhhahaaa...." Kamipun tertawa bersama.

Di MAN saat itu dia menggunakan kerudung hitam, baju merah, terlihat menawan. Kejadian ketika ingin masuk SMA terulang kembali. Mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, dudukpun kembali bersampingan. Namun bedanya, aku sangat bahagia dan aku sudah berasa sangat lama kenal dengannya.

Kami lulus di MAN, namun kami tidak satu kelas. Kelas kami hanya bersampingan dan hanya dipisahkan oleh dinding. Kadang aku memanggil namanya dari dinding kelasku dan dia akan memanggil namaku juga dari kelasnya. Mungkin hal yang dulu kami anggap romantis sekarang sudah jadi hal yang menjijikan. Namun itulah yang kami lakukan.

Selain ikut pengembangan diri pramuaka, aku juga ada ikut pengembangan diri yang lain. Dia juga ikut itu. Setelah kurang lebih satu bulan lewat baru aku mencoba minta no handpone nya. Memang asik berkomunikasi dengannya. Dengan orang yang kita sukai namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Satu minggu telah berlalu. Aku mendengar kabar yang sangat tidak enak. Kabar yang sangat mengejutkan orang yang sangat mencintainya ini. Bukan dia yang bercerita dengan ku, namun orang lain. Dia bukan orang yang aku kenal sekarang. Dia dinodai orang lain atau mengkin dia yang ingin drinya dinodai atau mereka berdua yang ingin ternoda. Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Yang ku tahu, kamu bukan orang yang aku kenal waktu itu.

Empat tahun telah berlalu. Dan aku sudah melupakan kejadian itu. Kalian sekarang berada didepanku, duduk bersama dalam kerukunan. Aku juga turut berbahagia sekarang.

Kadang aku takut dengan cerita yang awalnya menyakitkan, akan berakhir menyakitkan....

untuk A..?? :)


Senin, 12 September 2016

Siap-Siap Dahulu

Kulihat pasangan itu hari ini. Mereka sangat berbeda, tapi mengapa mereka disatukan? Kulihat laki-laki itu berperilaku kasar lagi pada pasangannya, kepada wanita yang orang-orang sebut itu isterinya. Apakah Allah SWT telah salah menyatukan mereka? Atau Allah SWT ingin mengubah laki-laki yang kasar itu agar berperilaku baik? Lalu kenapa Allah SWT ingin mengubah orang jahat dengan cara menyakiti orang baik?

Astagfirullah... Kenapa aku harus terdengar menyalahkan Allah SWT seperti itu? Betapa sempitnya pikiran dan imanku. Semoga Allah SWT meluaskan pikiran dan iman kita semua. Amin.... 

"sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka" Qur'an surah Ar-Ra'd. Ayat 11.

Tentang mengapa cerita itu bisa terjadi, sepertinya sudah terjawab oleh ayat Al-Qur'an diatas. Mereka menyatu disaat mereka belum siap. Atau mereka menyatu ketika salah seorang dari mereka belum siap.

Kalian pernah kepikiran seperti ini kan.? Kalau kita baik, orang-orang yang baik lah yang banyak akan mendekat. Dan kalau kita kurang baik, maka orang-orang yang kurang baik juga lah yang banyak mendekat. Jadi mengapa kita tidak mulai sekarang saja memperbaiki diri untuk pantas bersama pasangan kita yang juga baik itu nanti? :) ting.. 

Minggu, 11 September 2016

Wanita Penjual Minuman.

Seperti sore-sore sebelumnya ku datang kembali ketempat dia bekerja. Senyumnya agak luntur hari ini. Dan tubuhnya terlihat lunglai kelelahan. Dia sakit? Aku sangat khawatir sore itu.

Ku coba menghiburnya sejenak dengan canda yang belum pernah aku lakukan sebelumnya ketika beli minuman di tempat dia bekerja.

"ini jusnya" katanya sambil menyerahkan bungkusan plastik.

"ngutang dulu ya..." sambil tersenyum aku mengatakan itu dan ingin beranjak pergi. Sekejap, tawa dan senyum yang selalu aku tunggu itupun muncul.

"hehehe... bercanda kok. Ini uangnya.!" sambil menyerahkan uang "nah, gitu dong... senyum" Aku melangkah pergi menjauh. Rasanya bahagia sekali.

Namun besok dan besoknya, senyumnya kembali menghilang.

Aku belum tahu namanya atau mungkin aku tak ingin tahu namanya. Aku terlalu takut untuk sekedar tahu hal itu. Tapi aku ingin mengembalikan senyum itu lagi. Ini bodoh.

Belakangan aku mengetahui apa yang terjadi, dia bukan sakit, tapi disakiti.

Bersambung.... :)







Minggu, 04 September 2016

Whoever You Later :)


Aku lupa kapan tepatnya aku mulai jatuh cinta ke kamu.
Yang ku ingat hari itu, aku penasaran tentang mu.
Aku lupa kapan hari pertama kamu bersama dia.
Yang ku ingat, itu adalah hari yang mebuatku sedih.
Aku juga lupa, sekarang kamu bersama dia yang keberapa
Yang ku ingat, sedih dan rasa sakit itu terulang.

Jadi ini yang diamakan dengan cinta?
Tapi, mengapa seaneh itu rasanya?
Yang ku ingat dulu, cinta itu memahami
Yang ku rasa sekarang, cinta itu menyakiti.
Apa yang salah? Semua teori tentang cinta itu banar, namun semua teori tentang cinta itu juga salah...

Jadi apakah kamu orang yang ku tunggu dimasa depan?
Entah lah, karena aku yang sekang tidak terlalu peduli tentang siapa orang dimasa depan itu.
Aku hanya ingin pantas untuk bersamanya, siapapun dia nanti..


:'( ? :)

Minggu, 17 Juli 2016

Jika Bukan Kau. Untuk Apa Ku Berjuang?

Sejak awal aku memang tidak peduli, kamu berasal dari keluarga mana, berapa banyak orang yang suka sama kamu atau kamu saat ini sedang bersama siapa dan sedang apa. Yang ku tahu, saat ku lihat wajahmu pikiranku tenang. Apakah rasa ini dapat disalahkan? Tentu tidak, kan.....?? :)

Minggu, 03 Juli 2016

Tragedi Malam.

Jadi ingat kegalauan Awahir waktu dia masih kelas dua Aliyah. Kalau galaunya sendiri dan bikin sesuatu yang bermanfaat sih boleh-boleh aja. Tapi ini sudah kelewatan, dua kursi dan dua buah tas miliknya dan temannya sendiri jadi korban "pelampiasannya".

Semua itu berawal ketika Awahir sedang dekat dengan seseorang wanita dari sekolah lain. Awalnya ada teman Awahir yang ngenalin dia dengan wanita yang ku tahu namanya Saidah itu. Mereka berdua berhubungan baru satu bulan dan Awahir sangat tergila-gila dengan kebaikan wanita itu.  Dan belakangan, Awahir tahu bahwa minggu depan Saidah akan ulang tahun. Segala sesuatu dipersiapkan Awahir untuk membuat Saidah terkesan dan mau jadi pacarnya. Mulai dari pinjem kamera Ufik dan pinjem uang dari Iwan telah dia lakukan.


Pulang sekolah Awahir langsung membawa kamera Ufik untuk memfoto Saidah yang baru pulang sekolah. Dengan menggunakan menu yang ada di kamera, Awahir mengambil foto Saidah dengan kecepatan tinggi seolah-oleh mau merekam vidio. Hasil fotonya tersebut, langsung dia cetak menggunakan uang yang dia pinjam dari Iwan.


"Dil, liat gimana hasil kreativitasku?" tanya Awahir padaku sambil membawa kumpulan foto yang telah dia cetak.


"wah....." kataku karkejut. Hasilnya memang sangat bagus. Gambar Saidah yang ada didalam foto seolah-olah bergerak seperti Animasi.


"do'ain ya Dil, aku malam ini jam dua belas malam mau ngasih kado ini buat Saidah dari depan rumahnya." kata Awahir penuh semangat.


"iya, aku do'ain deh. Moga-moga kamu sukses sama Saidah"


Pagi harinya mata Awahir bengkak karena terlalau sering menangis. Isi tas dan kado yang dia siapkan kemaren juga berhamburan. Jam pelajaran pertama hari itu hanya dihabiskan untuk memperbaiki meja dan kursi yang letaknya berhamburan gara-gara galaunya Awahir.


Ufik dan Iwan berhasil menangkap badan Awahir, sedangkan aku ngambil air untuk selanjutnya ku eluskan ke wajahnya. Kemarahan Awahir sudah mulai mereda dan dia meminta izin untuk pulang kerumah bersamaku.


Diperjalanan menuju rumah, Awahir mulai bercerita padaku tantang kejadian tadi malam didepan rumah Saidah. "Jam dua belas malam kurang 5 menit aku sampai di depan rumah Saidah sambil mambawa semua persiapan untuk membuat kejutan untuknya. Tapi ternyata yang aku lihat, Saidah sudah bersama laki-laki didepan rumahnya. Laki-laki itu telah membuat lilin berbentuk LOVE dan mereka berdua berada ditengah-tengah lilin itu. Dan yang paling membuat aku terkejut, ternyata mereka sudah tunangan."


Air mata Awahir kembali menetes seiring perjalannannya menuju rumah. Sungguh berat tugas seorang laki-laki yang ingin mencari kebahagiaan atas kebahagiaan orang lain.


Galau itu bukan alasan untuk berbuat keburukan. :)