Senin, 26 September 2016

NIYSA ?


























Namamu selalu kusebut dalam do'a dipagi hariku
Ingin kamu selalu bahagia dan sehat dikejauhan sana
Yang selalu membuatku khawatir.
Apa kau tahu aku selalu melakukan itu untukmu?


Semakin ku ingat kamu
Akal ku selalu bilang "menjauhlah darinya"
Lalu hatiku akan bilang "kamu pasti bisa dekat"
Apa yang salah dengan akal dan hatiku?
Mungkinkah ini cinta?
Aku bingung, aku sangat ingin mendekat
Tapi disisi lain aku juga ingin menjauh...
Untuk apa aku melangkah jika tujuanku bukan kamu?
Rasanya sangat menyakitkan, namun aku merasa tenang...
Rahasia dari kelembutan sikapmu
Aku bingung dan semakin bingung.
Hatiku tersesat, tapi aku menikmatinya
Merasakan setiap hari ada perubahan
Aku ingin menjadi baik,
Hanya dengan mengenangmulah aku dapat melakukannya...

?

Selasa, 20 September 2016

untuk A..?? :)

Entah kenapa aku jadi pengen menulis cerita ini, hari ini. Mungkin kerena bagian terakhir dari cerita ini telah ada.

Awalnya aku berfikir bahwa semua itu takdir. Lulus dari MTs, aku pengen sekolah ke SMA yang mungkin terpavorit saat itu dan mungkin juga karena aku pengen menghindari pelajaran agamanya.
Ketika aku mendaftar di SMA, dia ada disana. Mengguankan kerudung merah, baju biru muda, anggun sekali. Wajahnya yang putih, senyumnya yang manis, serta tahilalatnya yeng menghiasi wajahnya itu telah berhasil membuat mataku tertuju padanya beberapa detik. Apa itu bisa disebut cinta pada pandangan pertama? Entahlah.

Kita mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, duduk bersampingan dan akhirnya kita juga sama-sama tidak lulus disana. Aku masih ingat hari itu, hari ketika kita malu-malu bersama karena sama-sama tidak lulus di SMA dan sama-sama juga mendaftar di MAN. Kuberanikan diriku untuk menyapamu.

"gak lulus di SMA?" tanyaku.

"kamu juga gak lulus?" sahutnya.

"hahahhhahaaa...." Kamipun tertawa bersama.

Di MAN saat itu dia menggunakan kerudung hitam, baju merah, terlihat menawan. Kejadian ketika ingin masuk SMA terulang kembali. Mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, dudukpun kembali bersampingan. Namun bedanya, aku sangat bahagia dan aku sudah berasa sangat lama kenal dengannya.

Kami lulus di MAN, namun kami tidak satu kelas. Kelas kami hanya bersampingan dan hanya dipisahkan oleh dinding. Kadang aku memanggil namanya dari dinding kelasku dan dia akan memanggil namaku juga dari kelasnya. Mungkin hal yang dulu kami anggap romantis sekarang sudah jadi hal yang menjijikan. Namun itulah yang kami lakukan.

Selain ikut pengembangan diri pramuaka, aku juga ada ikut pengembangan diri yang lain. Dia juga ikut itu. Setelah kurang lebih satu bulan lewat baru aku mencoba minta no handpone nya. Memang asik berkomunikasi dengannya. Dengan orang yang kita sukai namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Satu minggu telah berlalu. Aku mendengar kabar yang sangat tidak enak. Kabar yang sangat mengejutkan orang yang sangat mencintainya ini. Bukan dia yang bercerita dengan ku, namun orang lain. Dia bukan orang yang aku kenal sekarang. Dia dinodai orang lain atau mengkin dia yang ingin drinya dinodai atau mereka berdua yang ingin ternoda. Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Yang ku tahu, kamu bukan orang yang aku kenal waktu itu.

Empat tahun telah berlalu. Dan aku sudah melupakan kejadian itu. Kalian sekarang berada didepanku, duduk bersama dalam kerukunan. Aku juga turut berbahagia sekarang.

Kadang aku takut dengan cerita yang awalnya menyakitkan, akan berakhir menyakitkan....

untuk A..?? :)


Senin, 12 September 2016

Siap-Siap Dahulu

Kulihat pasangan itu hari ini. Mereka sangat berbeda, tapi mengapa mereka disatukan? Kulihat laki-laki itu berperilaku kasar lagi pada pasangannya, kepada wanita yang orang-orang sebut itu isterinya. Apakah Allah SWT telah salah menyatukan mereka? Atau Allah SWT ingin mengubah laki-laki yang kasar itu agar berperilaku baik? Lalu kenapa Allah SWT ingin mengubah orang jahat dengan cara menyakiti orang baik?

Astagfirullah... Kenapa aku harus terdengar menyalahkan Allah SWT seperti itu? Betapa sempitnya pikiran dan imanku. Semoga Allah SWT meluaskan pikiran dan iman kita semua. Amin.... 

"sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka" Qur'an surah Ar-Ra'd. Ayat 11.

Tentang mengapa cerita itu bisa terjadi, sepertinya sudah terjawab oleh ayat Al-Qur'an diatas. Mereka menyatu disaat mereka belum siap. Atau mereka menyatu ketika salah seorang dari mereka belum siap.

Kalian pernah kepikiran seperti ini kan.? Kalau kita baik, orang-orang yang baik lah yang banyak akan mendekat. Dan kalau kita kurang baik, maka orang-orang yang kurang baik juga lah yang banyak mendekat. Jadi mengapa kita tidak mulai sekarang saja memperbaiki diri untuk pantas bersama pasangan kita yang juga baik itu nanti? :) ting.. 

Minggu, 11 September 2016

Wanita Penjual Minuman.

Seperti sore-sore sebelumnya ku datang kembali ketempat dia bekerja. Senyumnya agak luntur hari ini. Dan tubuhnya terlihat lunglai kelelahan. Dia sakit? Aku sangat khawatir sore itu.

Ku coba menghiburnya sejenak dengan canda yang belum pernah aku lakukan sebelumnya ketika beli minuman di tempat dia bekerja.

"ini jusnya" katanya sambil menyerahkan bungkusan plastik.

"ngutang dulu ya..." sambil tersenyum aku mengatakan itu dan ingin beranjak pergi. Sekejap, tawa dan senyum yang selalu aku tunggu itupun muncul.

"hehehe... bercanda kok. Ini uangnya.!" sambil menyerahkan uang "nah, gitu dong... senyum" Aku melangkah pergi menjauh. Rasanya bahagia sekali.

Namun besok dan besoknya, senyumnya kembali menghilang.

Aku belum tahu namanya atau mungkin aku tak ingin tahu namanya. Aku terlalu takut untuk sekedar tahu hal itu. Tapi aku ingin mengembalikan senyum itu lagi. Ini bodoh.

Belakangan aku mengetahui apa yang terjadi, dia bukan sakit, tapi disakiti.

Bersambung.... :)







Minggu, 04 September 2016

Whoever You Later :)


Aku lupa kapan tepatnya aku mulai jatuh cinta ke kamu.
Yang ku ingat hari itu, aku penasaran tentang mu.
Aku lupa kapan hari pertama kamu bersama dia.
Yang ku ingat, itu adalah hari yang mebuatku sedih.
Aku juga lupa, sekarang kamu bersama dia yang keberapa
Yang ku ingat, sedih dan rasa sakit itu terulang.

Jadi ini yang diamakan dengan cinta?
Tapi, mengapa seaneh itu rasanya?
Yang ku ingat dulu, cinta itu memahami
Yang ku rasa sekarang, cinta itu menyakiti.
Apa yang salah? Semua teori tentang cinta itu banar, namun semua teori tentang cinta itu juga salah...

Jadi apakah kamu orang yang ku tunggu dimasa depan?
Entah lah, karena aku yang sekang tidak terlalu peduli tentang siapa orang dimasa depan itu.
Aku hanya ingin pantas untuk bersamanya, siapapun dia nanti..


:'( ? :)