Minggu, 11 September 2016

Wanita Penjual Minuman.

Seperti sore-sore sebelumnya ku datang kembali ketempat dia bekerja. Senyumnya agak luntur hari ini. Dan tubuhnya terlihat lunglai kelelahan. Dia sakit? Aku sangat khawatir sore itu.

Ku coba menghiburnya sejenak dengan canda yang belum pernah aku lakukan sebelumnya ketika beli minuman di tempat dia bekerja.

"ini jusnya" katanya sambil menyerahkan bungkusan plastik.

"ngutang dulu ya..." sambil tersenyum aku mengatakan itu dan ingin beranjak pergi. Sekejap, tawa dan senyum yang selalu aku tunggu itupun muncul.

"hehehe... bercanda kok. Ini uangnya.!" sambil menyerahkan uang "nah, gitu dong... senyum" Aku melangkah pergi menjauh. Rasanya bahagia sekali.

Namun besok dan besoknya, senyumnya kembali menghilang.

Aku belum tahu namanya atau mungkin aku tak ingin tahu namanya. Aku terlalu takut untuk sekedar tahu hal itu. Tapi aku ingin mengembalikan senyum itu lagi. Ini bodoh.

Belakangan aku mengetahui apa yang terjadi, dia bukan sakit, tapi disakiti.

Bersambung.... :)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar