Entah kenapa aku jadi pengen menulis cerita ini, hari ini. Mungkin
kerena bagian terakhir dari cerita ini telah ada.
Awalnya aku berfikir bahwa semua itu takdir. Lulus dari MTs, aku
pengen sekolah ke SMA yang mungkin terpavorit saat itu dan mungkin juga karena
aku pengen menghindari pelajaran agamanya.
Ketika aku mendaftar di SMA, dia ada disana. Mengguankan kerudung
merah, baju biru muda, anggun sekali. Wajahnya yang putih, senyumnya yang
manis, serta tahilalatnya yeng menghiasi wajahnya itu telah berhasil membuat
mataku tertuju padanya beberapa detik. Apa itu bisa disebut cinta pada
pandangan pertama? Entahlah.
Kita mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang
sama, duduk bersampingan dan akhirnya kita juga sama-sama tidak lulus disana.
Aku masih ingat hari itu, hari ketika kita malu-malu bersama karena sama-sama
tidak lulus di SMA dan sama-sama juga mendaftar di MAN. Kuberanikan diriku
untuk menyapamu.
"gak lulus di SMA?" tanyaku.
"kamu juga gak lulus?" sahutnya.
"hahahhhahaaa...." Kamipun tertawa bersama.
Di MAN saat itu dia menggunakan kerudung hitam, baju merah,
terlihat menawan. Kejadian ketika ingin masuk SMA terulang kembali. Mendaftar
bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, dudukpun kembali
bersampingan. Namun bedanya, aku sangat bahagia dan aku sudah berasa sangat
lama kenal dengannya.
Kami lulus di MAN, namun kami tidak satu kelas. Kelas kami hanya
bersampingan dan hanya dipisahkan oleh dinding. Kadang aku memanggil namanya
dari dinding kelasku dan dia akan memanggil namaku juga dari kelasnya. Mungkin
hal yang dulu kami anggap romantis sekarang sudah jadi hal yang menjijikan.
Namun itulah yang kami lakukan.
Selain ikut pengembangan diri pramuaka, aku juga ada ikut
pengembangan diri yang lain. Dia juga ikut itu. Setelah kurang lebih satu bulan
lewat baru aku mencoba minta no handpone nya. Memang asik berkomunikasi dengannya.
Dengan orang yang kita sukai namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.
Satu minggu telah berlalu. Aku mendengar kabar yang sangat tidak
enak. Kabar yang sangat mengejutkan orang yang sangat mencintainya ini. Bukan
dia yang bercerita dengan ku, namun orang lain. Dia bukan orang yang aku kenal
sekarang. Dia dinodai orang lain atau mengkin dia yang ingin drinya dinodai
atau mereka berdua yang ingin ternoda. Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Yang
ku tahu, kamu bukan orang yang aku kenal waktu itu.
Empat tahun telah berlalu. Dan aku sudah melupakan kejadian itu.
Kalian sekarang berada didepanku, duduk bersama dalam kerukunan. Aku juga turut
berbahagia sekarang.
Kadang aku takut dengan cerita yang awalnya menyakitkan, akan
berakhir menyakitkan....
untuk A..?? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar