Tahun baru
dikota Barabai. Kampung halaman yang penuh damai. Disetiap pohon-pohon yang
besarnya, adalah saksi setiap perubahan yang telah dicapai.
Seperti biasa
aku dan sahabatku mengatur recana untuk pergi ke Lapangan DWIWARNA. Kerena
disana akan dilaksanakan "Habsyi dan Shalawat Bersama" pada malam
tahun baru.
"Kita
pakai baju apa malam ini?" kata sahabatku memastikan pakaian.
"Dikondisikan
dan sesuaikan rencana kita saja" jawabku.
"Ok.
sip... nanti habis sholat Isya aku datang menjemput"
Maka
berangkatlah kami malam itu. Dengan memakai peci putih, menggunakan gamis
putih, kamipun berangkat menuju lapangan Dwiwarna yang penuh sesak dengan
berjalan kaki.
Pemandangan
yang sama ditahun-tahun sebelumnya adalah pasangan muda-mudi yang jalan-jalan.
Ada yang bergandengan tangan sambil jalan kaki dan ada pula yang satu motor
untuk berdua. Tiba-tiba tangan sahabatku menyenggolku.
"Dil, ada
vokalis Kangen Band yang jalan-jalan sama Raisa" Kata Tsabit sambil
memberi kode untuk melihat ke pasangan muda-mudi yang berjalan kaki disamping
kami.
Si vokalis
kangen band dengan rambut panjang menutupi muka, jaket kulit warna hitam,
celana jeans warna biru, dan pakai sepatu futsal warna Hijau Stabilo (tahu
hijau stabilo? itu lo warna hijau yang super JRENG dan kalau dilihat dari jarak
5 KM bisa kelihatan. hehhehe....) dan si Raisa tanpa menggunakan kerudung warna
rambutnya terlihat kemerah-merahan (kami tidak tahu apa penyebabnya, apakah
karena menggunakan pirang atau gara-gara dia tidak mandi? Pikir positif aja
mungkin warna rambutnya sudah dari kecil gitu) baju kaos warna merah ketat,
celana pensil yang juga ketat, dan menggunakan sendal jepit yang ada
loncengnya.
Aku menundukan
kepala dan berusaha menahan tertawa. Kulihat sahabatku juga melakukan hal yang
sama.
Aku telah
menemukan dua hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertama,
cewek dan cowok berjalan bersama menuju lapangan Dwiwarna, menggunakan pakaian
santai adalah sesuatau yang sangat aneh. Mengingat malam itu akan diadakan
"Habsyi dan Shalawat Bersama". Kedua, aku tidak melihat satu kembang
api pun diatas langit.
Langit Kota
Barabai malam itu bersih, penuh bintang. Ditambah dengan acara "Habsyi dan
Shalawat Bersama" membuat lengkap keindahan Lapangan Dwiwarna, Kota
Barabai pada malam itu.
*****
"Kita duduk dimana Dil?" tanya Tsabit ketika kami baru sampai dilapangan Dwiwarna.
Kulihat
rombongan Bapak Bupati juga baru saja sampai dilapangan Dwiwarna. "Tenang,
ikuti aku. Separti bisa Bit, gunakan wajah menyakinkan kita."
Kami berjalan
mengikuti rombongan Bapak Bupati dan berusaha agar berada tepat dibelakang
Bapak Bupati.
Akhirnya kami bisa duduk santai sambil menikmati 'Habsyi dan Shalawat Bersama'.
Iseng-iseng ku
tulis SMS yang isinya begini:
"Terima kasih banyak pak, karena malam ini telah melaksanakan kegiatan
yang sangat positif dikabupaten Hulu Sungai Tengah." ku pilih no tujuan
dan ku kirim.
Kulihat Bapak
Bupati memegang handphone nya. Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone ku, yang
isinya "alhamdulillah"
Kadang hal-hal
sederhana yang dilakukan oleh 'sang penguasa', akan sangat bernilai dimata
'sang rakyat jelata' seperti ku. Dan kadang, pujian dari 'sang rakyat jelata'
akan sangat berharga dimata 'sang penguasa'.
Ting :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar