Seperti yang
kita ketahui bersama. Malam api unggun merupakan malam yang penuh suasana.
Duka, ceria, susah, bahagia, gelisah, damai, senang, sedih, dan cinta. Semuanya
bisa terjadi dan berasal dari api unggun yang sedang menyala. Apa lagi bagi
anggota Pramuka. Disaat api mulai menyala, disana ada seni, tawa, dan cerita.
Yang ditampilkan pada acara setiap satuan di pramuka. Dan, dari api unggun ini
jualah lahir sebuah cerita cinta anggota Pramuka.
“Semua sekolah
sudah tampil pentas seni, Jar?” Tanya Andin kepada Fajar yang saat itu jadi MC
pentas seni api unggun.
“Sudah, dan
kayaknya semua barang juga sudah dibawa deh sama Panitia Bidang Perlengkapan.
Kata ka Ipul, kita sudah bisa beristirahat sekarang” Jawab Fajar sambil melihat
ke arah jam tangannya yang menunjukan tepat pukul 23:00.
Andin
mengacungkan jari jempolnya ke arah Fajar. “sip... semangat Jar, kamu istirahat
aja duluan. Aku pengen menghangatkan tubuh dulu di depan api unggun.”
Mereka ber dua
berpisah. Andin berjalan menuju api unggun. Disana dia melihat seorang wanita
yang sudah duduk diatas matras sendirian menghadap ke arah api dan wanita itu
juga memakai seragam pramuka sama seperti dirinya.
“Boleh aku ikut
duduk?” tanya Andin sambil menoleh ingin mengetahui siapa wanita yang duduk
disana.
“Ya, boleh...
silahkan.” Kata wanita itu. Andin sangat mengenal suara dan wajah itu. Mereka
sudah satu kelas selama lima tahun. Nama wanita itu Kiky.
Mereka
bersampingan, Andin duduk disebelah kiri Kiky. Mereka berdua terdiam menikmati
hangatnya api unggun.
Malam semakin larut. Langit semakin jelas terlihat. Karena sang awan sudah
menepi diterpa angin laut. Bulan dan bintang-bintangpun bersinar lebih terang
tanpa hambatan yang merenggut.
“Andin.” Suara Kiky
memanggil nama Andin.
“Iya, ada apa?”
“Kamu bawa
Handpone? Boleh pinjam?”
Andin
mengeluarkan Handponenya dan menyerahkannya ke tangan Kiky. Kiky memfoto langit
yang penuh bintang-bintang itu.
“Coba lihat
Din” kata kiky sambil memperlihatkan hasil fotonya ke Andin. “Kalau kamu
disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”
“Mungkin yang
ini” Andin menunjuk ke arah satu bintang kecil dan paling redup dari
bintang-bintang lain yang ada pada foto. “Kalau kamu juga disuruh milih, kamu
milih bintang yang mana?”
Kiky menunjuk
satu bintang paling terang dan dekat dengan bintang-bintang lain yang ada pada
foto.
“Kenapa memilih
bintang ini?” tanya Andin.
Kiky mulai
menjelaskan. “Karena ku pikir, satu bintang paling terang itu merupakan bintang
paling dekat denganku, yang tahu betapa banyak kekuranganku, yang paling tahu
setiap sifat dan tingkah anehku, dan juga yang paling tahu bagaimana mengatasi
sifat dan tingkah anehku itu.”
Andin tersenyum
mendengar jawaban Kiky.
“Oh iya Din,
kenapa kamu memilih bintang yang kecil dan redup ini?” Sambung Kiky.
Sambil menatap
wajah Kiky yang kekuningan terkena cahaya api unggun, Andin mulai bercerita.
“Dulu, sebelum kamu bertanya tentang bintang hari ini. Aku sudah pernah
merenungkan dan memilih satu bintang diatas sana. Aku memilih bintang paling
kecil dan paling redup dari bintang-bintang yang lain. Karena aku pikir bintang
ini mewakili seseorang yang ku tahu setiap kekurangannya, yang ku tahu setiap
sifat dan tingkah anehnya, dan juga yang ku tahu cara mengatasi setiap sifat dan
tingkah anehnya itu. Selain itu, ku pikir bintang yang kecil dan redup itu
hanya perlu didekati agar tampak terang dan jelas.”
Kiky
menyandarkan kepalanya ke bahu kanan Andin. Malam yang gelap bersama cahaya
bulan dan bintang-bintang menjadi saksi bisu bahwa didepan api unggun pada hari
ini ada sepasang anggota Pramuka yang mencoba saling memahami perasaan satu
sama lain.
Tanpa terasa
tengah malam mulai bergerak kerah pagi. Andin berusaha agar bahunya tidak
bergerak dan membuat Kiky terbangun dari tidurnya. Api unggun didepan mereka
mulai meredup. Dan dingin sudah mulai menyelimut.
Perlahan-lahan
Andin melepas baju pramukanya dan menyelimutkan bajunya itu ke tubuh Kiky. Hal
seperti ini memang sudah sering terjadi di adegan-adegan filem, seorang
laki-laki memakaikan baju atau jaketnya ke seorang wanita pasangannya. Lambang
perlindungan dari seorang laki-laki untuk seorang wanita yang lembut, yang
harus laki-laki jaga. Tapi bagaimana jika kamu yang melakukannya atau
merasakannya sendiri? Pasti rasanya akan sangat berbeda.
Bersambung.... :)