Minggu, 08 Januari 2017

AndinKiky. Bagian 1

Seperti yang kita ketahui bersama. Malam api unggun merupakan malam yang penuh suasana. Duka, ceria, susah, bahagia, gelisah, damai, senang, sedih, dan cinta. Semuanya bisa terjadi dan berasal dari api unggun yang sedang menyala. Apa lagi bagi anggota Pramuka. Disaat api mulai menyala, disana ada seni, tawa, dan cerita. Yang ditampilkan pada acara setiap satuan di pramuka. Dan, dari api unggun ini jualah lahir sebuah cerita cinta anggota Pramuka.

“Semua sekolah sudah tampil pentas seni, Jar?” Tanya Andin kepada Fajar yang saat itu jadi MC pentas seni api unggun.

“Sudah, dan kayaknya semua barang juga sudah dibawa deh sama Panitia Bidang Perlengkapan. Kata ka Ipul, kita sudah bisa beristirahat sekarang” Jawab Fajar sambil melihat ke arah jam tangannya yang menunjukan tepat pukul 23:00.

Andin mengacungkan jari jempolnya ke arah Fajar. “sip... semangat Jar, kamu istirahat aja duluan. Aku pengen menghangatkan tubuh dulu di depan api unggun.”

Mereka ber dua berpisah. Andin berjalan menuju api unggun. Disana dia melihat seorang wanita yang sudah duduk diatas matras sendirian menghadap ke arah api dan wanita itu juga memakai seragam pramuka sama seperti dirinya.

“Boleh aku ikut duduk?” tanya Andin sambil menoleh ingin mengetahui siapa wanita yang duduk disana.

“Ya, boleh... silahkan.” Kata wanita itu. Andin sangat mengenal suara dan wajah itu. Mereka sudah satu kelas selama lima tahun. Nama wanita itu Kiky.

Mereka bersampingan, Andin duduk disebelah kiri Kiky. Mereka berdua terdiam menikmati hangatnya api unggun.

Malam semakin larut. Langit semakin jelas terlihat. Karena sang awan sudah menepi diterpa angin laut. Bulan dan bintang-bintangpun bersinar lebih terang tanpa hambatan yang merenggut.

“Andin.” Suara Kiky memanggil nama Andin.

“Iya, ada apa?”

“Kamu bawa Handpone? Boleh pinjam?”

Andin mengeluarkan Handponenya dan menyerahkannya ke tangan Kiky. Kiky memfoto langit yang penuh bintang-bintang itu.

“Coba lihat Din” kata kiky sambil memperlihatkan hasil fotonya ke Andin. “Kalau kamu disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”

“Mungkin yang ini” Andin menunjuk ke arah satu bintang kecil dan paling redup dari bintang-bintang lain yang ada pada foto. “Kalau kamu juga disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”

Kiky menunjuk satu bintang paling terang dan dekat dengan bintang-bintang lain yang ada pada foto.

“Kenapa memilih bintang ini?” tanya Andin.

Kiky mulai menjelaskan. “Karena ku pikir, satu bintang paling terang itu merupakan bintang paling dekat denganku, yang tahu betapa banyak kekuranganku, yang paling tahu setiap sifat dan tingkah anehku, dan juga yang paling tahu bagaimana mengatasi sifat dan tingkah anehku itu.”
Andin tersenyum mendengar jawaban Kiky.

“Oh iya Din, kenapa kamu memilih bintang yang kecil dan redup ini?” Sambung Kiky.

Sambil menatap wajah Kiky yang kekuningan terkena cahaya api unggun, Andin mulai bercerita. “Dulu, sebelum kamu bertanya tentang bintang hari ini. Aku sudah pernah merenungkan dan memilih satu bintang diatas sana. Aku memilih bintang paling kecil dan paling redup dari bintang-bintang yang lain. Karena aku pikir bintang ini mewakili seseorang yang ku tahu setiap kekurangannya, yang ku tahu setiap sifat dan tingkah anehnya, dan juga yang ku tahu cara mengatasi setiap sifat dan tingkah anehnya itu. Selain itu, ku pikir bintang yang kecil dan redup itu hanya perlu didekati agar tampak terang dan jelas.”

Kiky menyandarkan kepalanya ke bahu kanan Andin. Malam yang gelap bersama cahaya bulan dan bintang-bintang menjadi saksi bisu bahwa didepan api unggun pada hari ini ada sepasang anggota Pramuka yang mencoba saling memahami perasaan satu sama lain.

Tanpa terasa tengah malam mulai bergerak kerah pagi. Andin berusaha agar bahunya tidak bergerak dan membuat Kiky terbangun dari tidurnya. Api unggun didepan mereka mulai meredup. Dan dingin sudah mulai menyelimut.

Perlahan-lahan Andin melepas baju pramukanya dan menyelimutkan bajunya itu ke tubuh Kiky. Hal seperti ini memang sudah sering terjadi di adegan-adegan filem, seorang laki-laki memakaikan baju atau jaketnya ke seorang wanita pasangannya. Lambang perlindungan dari seorang laki-laki untuk seorang wanita yang lembut, yang harus laki-laki jaga. Tapi bagaimana jika kamu yang melakukannya atau merasakannya sendiri? Pasti rasanya akan sangat berbeda.

Bersambung.... :)

Minggu, 09 Oktober 2016

A+

02:54
Ku tahu, buku itu sudah dipinjam orang lain
Buku tulis yang seharusnya selalu ku jaga
Yang seharusnya selalu ku isi dengan petualangan setiap detiku
Namun, buku itu dipinjam orang lain
Dan aku tak sempat menuliskan cerita didalamnya

Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak meminjamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak menuliskan ceritanya
Hanya saja ini terlalu sakit untuk orang perindu sepertiku
Hanya saja ini terlalu sedih untuk orang pemimpi sepertiku

Dia memang penulis petualangan yang baik
Tapi aku tak melemahkan diriku, bahwa aku juga punya petualangan hebat
Dan harus kutulis dalam buku itu.

Siapa yang tahu masa depan?
Mungkin saja dia kehilangan buku itu
Atau mungkin saja dia sengaja menghilangkannya?

A?

Senin, 26 September 2016

NIYSA ?


























Namamu selalu kusebut dalam do'a dipagi hariku
Ingin kamu selalu bahagia dan sehat dikejauhan sana
Yang selalu membuatku khawatir.
Apa kau tahu aku selalu melakukan itu untukmu?


Semakin ku ingat kamu
Akal ku selalu bilang "menjauhlah darinya"
Lalu hatiku akan bilang "kamu pasti bisa dekat"
Apa yang salah dengan akal dan hatiku?
Mungkinkah ini cinta?
Aku bingung, aku sangat ingin mendekat
Tapi disisi lain aku juga ingin menjauh...
Untuk apa aku melangkah jika tujuanku bukan kamu?
Rasanya sangat menyakitkan, namun aku merasa tenang...
Rahasia dari kelembutan sikapmu
Aku bingung dan semakin bingung.
Hatiku tersesat, tapi aku menikmatinya
Merasakan setiap hari ada perubahan
Aku ingin menjadi baik,
Hanya dengan mengenangmulah aku dapat melakukannya...

?

Selasa, 20 September 2016

untuk A..?? :)

Entah kenapa aku jadi pengen menulis cerita ini, hari ini. Mungkin kerena bagian terakhir dari cerita ini telah ada.

Awalnya aku berfikir bahwa semua itu takdir. Lulus dari MTs, aku pengen sekolah ke SMA yang mungkin terpavorit saat itu dan mungkin juga karena aku pengen menghindari pelajaran agamanya.
Ketika aku mendaftar di SMA, dia ada disana. Mengguankan kerudung merah, baju biru muda, anggun sekali. Wajahnya yang putih, senyumnya yang manis, serta tahilalatnya yeng menghiasi wajahnya itu telah berhasil membuat mataku tertuju padanya beberapa detik. Apa itu bisa disebut cinta pada pandangan pertama? Entahlah.

Kita mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, duduk bersampingan dan akhirnya kita juga sama-sama tidak lulus disana. Aku masih ingat hari itu, hari ketika kita malu-malu bersama karena sama-sama tidak lulus di SMA dan sama-sama juga mendaftar di MAN. Kuberanikan diriku untuk menyapamu.

"gak lulus di SMA?" tanyaku.

"kamu juga gak lulus?" sahutnya.

"hahahhhahaaa...." Kamipun tertawa bersama.

Di MAN saat itu dia menggunakan kerudung hitam, baju merah, terlihat menawan. Kejadian ketika ingin masuk SMA terulang kembali. Mendaftar bersama, menuju tempat tes bersama, masuk ruang yang sama, dudukpun kembali bersampingan. Namun bedanya, aku sangat bahagia dan aku sudah berasa sangat lama kenal dengannya.

Kami lulus di MAN, namun kami tidak satu kelas. Kelas kami hanya bersampingan dan hanya dipisahkan oleh dinding. Kadang aku memanggil namanya dari dinding kelasku dan dia akan memanggil namaku juga dari kelasnya. Mungkin hal yang dulu kami anggap romantis sekarang sudah jadi hal yang menjijikan. Namun itulah yang kami lakukan.

Selain ikut pengembangan diri pramuaka, aku juga ada ikut pengembangan diri yang lain. Dia juga ikut itu. Setelah kurang lebih satu bulan lewat baru aku mencoba minta no handpone nya. Memang asik berkomunikasi dengannya. Dengan orang yang kita sukai namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Satu minggu telah berlalu. Aku mendengar kabar yang sangat tidak enak. Kabar yang sangat mengejutkan orang yang sangat mencintainya ini. Bukan dia yang bercerita dengan ku, namun orang lain. Dia bukan orang yang aku kenal sekarang. Dia dinodai orang lain atau mengkin dia yang ingin drinya dinodai atau mereka berdua yang ingin ternoda. Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Yang ku tahu, kamu bukan orang yang aku kenal waktu itu.

Empat tahun telah berlalu. Dan aku sudah melupakan kejadian itu. Kalian sekarang berada didepanku, duduk bersama dalam kerukunan. Aku juga turut berbahagia sekarang.

Kadang aku takut dengan cerita yang awalnya menyakitkan, akan berakhir menyakitkan....

untuk A..?? :)


Senin, 12 September 2016

Siap-Siap Dahulu

Kulihat pasangan itu hari ini. Mereka sangat berbeda, tapi mengapa mereka disatukan? Kulihat laki-laki itu berperilaku kasar lagi pada pasangannya, kepada wanita yang orang-orang sebut itu isterinya. Apakah Allah SWT telah salah menyatukan mereka? Atau Allah SWT ingin mengubah laki-laki yang kasar itu agar berperilaku baik? Lalu kenapa Allah SWT ingin mengubah orang jahat dengan cara menyakiti orang baik?

Astagfirullah... Kenapa aku harus terdengar menyalahkan Allah SWT seperti itu? Betapa sempitnya pikiran dan imanku. Semoga Allah SWT meluaskan pikiran dan iman kita semua. Amin.... 

"sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka" Qur'an surah Ar-Ra'd. Ayat 11.

Tentang mengapa cerita itu bisa terjadi, sepertinya sudah terjawab oleh ayat Al-Qur'an diatas. Mereka menyatu disaat mereka belum siap. Atau mereka menyatu ketika salah seorang dari mereka belum siap.

Kalian pernah kepikiran seperti ini kan.? Kalau kita baik, orang-orang yang baik lah yang banyak akan mendekat. Dan kalau kita kurang baik, maka orang-orang yang kurang baik juga lah yang banyak mendekat. Jadi mengapa kita tidak mulai sekarang saja memperbaiki diri untuk pantas bersama pasangan kita yang juga baik itu nanti? :) ting.. 

Minggu, 11 September 2016

Wanita Penjual Minuman.

Seperti sore-sore sebelumnya ku datang kembali ketempat dia bekerja. Senyumnya agak luntur hari ini. Dan tubuhnya terlihat lunglai kelelahan. Dia sakit? Aku sangat khawatir sore itu.

Ku coba menghiburnya sejenak dengan canda yang belum pernah aku lakukan sebelumnya ketika beli minuman di tempat dia bekerja.

"ini jusnya" katanya sambil menyerahkan bungkusan plastik.

"ngutang dulu ya..." sambil tersenyum aku mengatakan itu dan ingin beranjak pergi. Sekejap, tawa dan senyum yang selalu aku tunggu itupun muncul.

"hehehe... bercanda kok. Ini uangnya.!" sambil menyerahkan uang "nah, gitu dong... senyum" Aku melangkah pergi menjauh. Rasanya bahagia sekali.

Namun besok dan besoknya, senyumnya kembali menghilang.

Aku belum tahu namanya atau mungkin aku tak ingin tahu namanya. Aku terlalu takut untuk sekedar tahu hal itu. Tapi aku ingin mengembalikan senyum itu lagi. Ini bodoh.

Belakangan aku mengetahui apa yang terjadi, dia bukan sakit, tapi disakiti.

Bersambung.... :)







Minggu, 04 September 2016

Whoever You Later :)


Aku lupa kapan tepatnya aku mulai jatuh cinta ke kamu.
Yang ku ingat hari itu, aku penasaran tentang mu.
Aku lupa kapan hari pertama kamu bersama dia.
Yang ku ingat, itu adalah hari yang mebuatku sedih.
Aku juga lupa, sekarang kamu bersama dia yang keberapa
Yang ku ingat, sedih dan rasa sakit itu terulang.

Jadi ini yang diamakan dengan cinta?
Tapi, mengapa seaneh itu rasanya?
Yang ku ingat dulu, cinta itu memahami
Yang ku rasa sekarang, cinta itu menyakiti.
Apa yang salah? Semua teori tentang cinta itu banar, namun semua teori tentang cinta itu juga salah...

Jadi apakah kamu orang yang ku tunggu dimasa depan?
Entah lah, karena aku yang sekang tidak terlalu peduli tentang siapa orang dimasa depan itu.
Aku hanya ingin pantas untuk bersamanya, siapapun dia nanti..


:'( ? :)