Kamis, 14 September 2017

Siap-Siap 2

Tenaga Awahir telah pulih. Dengan tergesa-gesa dikayuhnya kembali sepedanya. Namun tetap terasa lambat, karena ada benda lain yang selalu mendahuluinya silih berganti.

"gubrak...." Bunyi remuk terdengar dari sepeda motor yang baru saja mendahuluinya. Anak kucing terlempar kesemak-semak disamping jalan. Tanpa merasa bersalah sedikitpun pengendara sepeda motor itu tetap melaju dengan cueknya.

"hey.." Awahir yang melihat kejadian itu berteriak sekuat tenaga. Namun suara Awahir sepertinya tidak ditanggapi karena sang pengendara ketakutan untuk bertanggung jawab atau sepertinya suara Awahir kalah dengan suara bising dari kenalpotnya yang sudah dimodivikasi atau mungkin dia memang tuli dan buta untuk mengetahui sebuah kesalahan yang dia lakukan? Entahlah.

Awahir berhenti disamping semak-semak. Dilihatnya anak kucing itu sudah tidak bergerak lagi, bulu putih nya telah berubah menjadi merah.

Tidak jauh dari mayat si anak kucing, Awahir telah membuat lubang untuk menguburkan mayat si anak kucing.

Entah siapa yang salah dalam kejadian ini. Si anak kucing yang memang diciptakan tanpa dibekali akal. Atau si pengendara motor yang tidak tahu apa yang dia lakuakn. Atau mungkin dia hanya pura-pura tidak tahu? Entahlah.

Tapi yang Awahir tahu dan Awahir pahami. Mayat anak kucing ini harus dikuburkan.
Entahlah...

Minggu, 03 September 2017

Siap-Siap.

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi seseorang bertubuh tinggi, berbadan kurus dan berkepala botak. Awahir harus mengayuh sepedanya kedesa Aigahab. Matahari bersinar dengan bahagia dan awan terlalu takut untuk menunjukan lekuk tubuh putihnya.

Ditengah perjalanan Awahir telah mandi keringat. kepalanya yang botak seakan menjadi musuh bagi sang matahari. Dipinggir jalan dlihatnya ada pohon Beringin yang sangat besar dan rindang. Didalam pohon Beringin terlihat sebatang pohon yang sudah mati, sejenak Awahir berpikir 'apakah pohon Beringin termasuk benalu? Kenapa pohon itu mati disana, didalam pohon beringin? Dan mengapa gambar pohon Beringin menjadi lambang sila yang ke 3?' Pengetahuan Awahir tidak dapat menjawabnya.

Turun dari sepeda dan didekatinya pohon beringin itu, angin sejuk berhembus pelan seakan memadamkan kulit kepala awahir yang penuh dengan keringat. Disandarkannya tubuhnya kebatang pohon Beringin itu dan matanyapun tertutup perlahan. Ditariknya nafas perlahan dari hidung secara berulang-ulang, sejuk, tenang dan damai.

Mata Awahir terus tertutup. Sejenak dia membayangkan pandangan mata seseorang yang selalu menunduk, membayangkan senyumnya yang sangat jarang terlihat, dan mencoba membayangkan apa yang dilakukan wanita itu sekarang. Dia ingin sekali memanggil nama wanita itu dalam ketenangannya. Semakin ingin dia melakukan itu, entah mengapa semakin sedih hatinya.
Awahir membuka kedua matanya, berdiri, dan mengambil sepedanya. "aku harus bersiap-siap!!"...
Bersambung... 

Senin, 12 Juni 2017

Pesan dari Murabbi Husaini tentang: MAHASISWA DAN ORGANISASI

Mahasiswa dan Organisasi bagaikan seorang supir dan kaca spion, bayang kan jika seorang supir yang mengemudi mobil tanpa melihat kaca spion, mungkin sampai ketujuan, namun mobil yang dia kendarai mungkin lecet maupun hancur.
Dan jika seorang supir hanya melihat kaca spion tanpa melihat jalan yang yang dia jalani. Yang terjadi mobil itu akan menabarak dan terhenti sebelum sampai ke tujuan, maka dari itu kalau ingin jadi seorang supir yang baik dia harus tahu saatnya untuk fokus dijalan dan saatnya untuk melihat kaca spion.....

Artinya, mahasiswa yang hanya fokus kuliah tanpa ada ikut organisasi mungkin dia akan menadi sarjna, akan tetapi tidak dibekali dengan pengalman yang cukup, kurang percaya diri dan sebagainya 
Sebaliknya, mahasiswa yang hanya mementingkan organisasi tanpa memperdulikan kuliahnya, tidak akan lulus menjadi sarjana. 

Maka jadilah mahasiswa yang akan sukses kuliah dan sukses organisasinya. Dia tahu kapan dia harus berada di organisasi dan kapan dia harus fokus kuliah, karena itu aturlah waktumu sebaik-baiknya mulai dari sekarang....!!!!  

28 Agustus 2015. Asrama 3 putra IAIN ANTASARI (sekarang UIN ANTASARI BANJARMASIN)

Senin, 03 April 2017

Memberi Alasan...

Seperti dalam novel-novel dan filem yang bernuansa romantis Hujan adalah gambaran sempurna tentang perasaan bingung dan bahagia. Dan ketika hujannya lebih deras, perasaan enggan bergerak dan dingin mulai terasa.
Kulihat dia duduk disamping pintu kaca ruangan kelas, dengan Hp ditangannya. Ingin mendekat, tapi mengapa juga ada rasa ingin menjauh? Kupasang jaket usangku dan kuputuskan untuk keluar ruangan, tanpa menoleh ke arah dia.
Sampai didepan pintu keluar, entah mengapa aku menolah kebelakang dan melihat dia dari balik pintu kaca. Kuliaht dia sedang membaca Qur'an dari Hp nya.
Keputusanku untuk tidak mendekat ternyata sudah tepat. Kupalingkan wajah senyumku kearah hujan. Embun sejuk dari rintiknya membasahi muka ku. Sejuk dan tenang.
Terbesit pikiran bodoh saat itu. "dia kedinginan? Apa aku harus menyerahkan jeket usangku? Bagaimana jika dia mau terima dan mau memakainya? Tidak, aku tidak ingin itu terjadi, dia akan malu memakai jaket usang ku." jawaban sudah ku temukan. Tapi terbesit kembali pikiran bodoh. "Bagaimana jika dia memang kedinginan? Mana yang lebih penting baginya? Malu atau kedinginan?......"
Setiap ku berpikir dan mengambil keputusan, keputusanku akan membuatku berpikir kembali untuk mengambil keputusan yang mana? Terus berulang, sampai aku berani bertanya dan namun ku dasari hujan sudah berhenti....
:) L

Selasa, 14 Maret 2017

Lupa :)

Memang banyak orang diluar sana yang lebih baik dari pasanganmu, lalu kamu akhirnya ragu untuk memilihnya. Dan kamu pikir, kamu bisa mendapat yang lebih baik dari dirinya?
Tapi kamu lupa satu hal, yaitu betapa banyaknya orang yang lebih baik dari kamu tapi dia memilihmu..

Jumat, 03 Maret 2017

PASANGAN DIRI. By: Desy Aulia

Pasangan Diri

Kaitan hati nurani
Sepasag insan manusiawi
Mengisyaratkan bisikan hati
Apakah semua ini akan kembali lagi?
Ataukah akan hilang dan pergi?
Hanya waktu yang menjawab semua ini

Cintaku ini murni
Namun, apakah kau anggup berarti?
Aku ingin kau kembali
Menemani saatku sendiri

Nama: Desy Aulia

Kelas: XII IPS 1

13-11-2014

Minggu, 08 Januari 2017

Tahun Baru Bersama Suasana Baru, Dikota Barabai

Tahun baru dikota Barabai. Kampung halaman yang penuh damai. Disetiap pohon-pohon yang besarnya, adalah saksi setiap perubahan yang telah dicapai.

Seperti biasa aku dan sahabatku mengatur recana untuk pergi ke Lapangan DWIWARNA. Kerena disana akan dilaksanakan "Habsyi dan Shalawat Bersama" pada malam tahun baru.

"Kita pakai baju apa malam ini?" kata sahabatku memastikan pakaian.

"Dikondisikan dan sesuaikan rencana kita saja" jawabku.

"Ok. sip... nanti habis sholat Isya aku datang menjemput"

Maka berangkatlah kami malam itu. Dengan memakai peci putih, menggunakan gamis putih, kamipun berangkat menuju lapangan Dwiwarna yang penuh sesak dengan berjalan kaki.

Pemandangan yang sama ditahun-tahun sebelumnya adalah pasangan muda-mudi yang jalan-jalan. Ada yang bergandengan tangan sambil jalan kaki dan ada pula yang satu motor untuk berdua. Tiba-tiba tangan sahabatku menyenggolku.

"Dil, ada vokalis Kangen Band yang jalan-jalan sama Raisa" Kata Tsabit sambil memberi kode untuk melihat ke pasangan muda-mudi yang berjalan kaki disamping kami.

Si vokalis kangen band dengan rambut panjang menutupi muka, jaket kulit warna hitam, celana jeans warna biru, dan pakai sepatu futsal warna Hijau Stabilo (tahu hijau stabilo? itu lo warna hijau yang super JRENG dan kalau dilihat dari jarak 5 KM bisa kelihatan. hehhehe....) dan si Raisa tanpa menggunakan kerudung warna rambutnya terlihat kemerah-merahan (kami tidak tahu apa penyebabnya, apakah karena menggunakan pirang atau gara-gara dia tidak mandi? Pikir positif aja mungkin warna rambutnya sudah dari kecil gitu) baju kaos warna merah ketat, celana pensil yang juga ketat, dan menggunakan sendal jepit yang ada loncengnya.

Aku menundukan kepala dan berusaha menahan tertawa. Kulihat sahabatku juga melakukan hal yang sama.

Aku telah menemukan dua hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertama, cewek dan cowok berjalan bersama menuju lapangan Dwiwarna, menggunakan pakaian santai adalah sesuatau yang sangat aneh. Mengingat malam itu akan diadakan "Habsyi dan Shalawat Bersama". Kedua, aku tidak melihat satu kembang api pun diatas langit.

Langit Kota Barabai malam itu bersih, penuh bintang. Ditambah dengan acara "Habsyi dan Shalawat Bersama" membuat lengkap keindahan Lapangan Dwiwarna, Kota Barabai pada malam itu.

                                                                    *****

"Kita duduk dimana Dil?" tanya Tsabit ketika kami baru sampai dilapangan Dwiwarna.

Kulihat rombongan Bapak Bupati juga baru saja sampai dilapangan Dwiwarna. "Tenang, ikuti aku. Separti bisa Bit, gunakan wajah menyakinkan kita."

Kami berjalan mengikuti rombongan Bapak Bupati dan berusaha agar berada tepat dibelakang Bapak Bupati.

Akhirnya kami bisa duduk santai sambil menikmati 'Habsyi dan Shalawat Bersama'.
Iseng-iseng ku tulis SMS yang isinya begini:

"Terima kasih banyak pak, karena malam ini telah melaksanakan kegiatan yang sangat positif dikabupaten Hulu Sungai Tengah." ku pilih no tujuan dan ku kirim.

Kulihat Bapak Bupati memegang handphone nya. Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone ku, yang isinya "alhamdulillah"

Kadang hal-hal sederhana yang dilakukan oleh 'sang penguasa', akan sangat bernilai dimata 'sang rakyat jelata' seperti ku. Dan kadang, pujian dari 'sang rakyat jelata' akan sangat berharga dimata 'sang penguasa'.

Ting :)