Mahasiswa dan Organisasi bagaikan seorang supir dan kaca spion,
bayang kan jika seorang supir yang mengemudi mobil tanpa melihat kaca spion,
mungkin sampai ketujuan, namun mobil yang dia kendarai mungkin lecet maupun
hancur.
Dan jika seorang supir hanya melihat kaca spion tanpa melihat jalan yang yang dia jalani. Yang terjadi mobil itu akan menabarak dan terhenti sebelum sampai ke tujuan, maka
dari itu kalau ingin jadi seorang supir yang baik dia harus tahu saatnya untuk fokus dijalan dan saatnya untuk melihat kaca spion.....
Artinya, mahasiswa yang hanya fokus kuliah tanpa ada ikut organisasi mungkin dia akan menadi sarjna, akan
tetapi tidak dibekali dengan pengalman yang cukup, kurang percaya diri dan
sebagainya
Sebaliknya, mahasiswa yang hanya mementingkan organisasi tanpa
memperdulikan kuliahnya, tidak akan lulus menjadi sarjana.
Maka jadilah mahasiswa yang akan sukses kuliah dan sukses organisasinya. Dia tahu kapan dia harus berada di organisasi dan kapan dia harus
fokus kuliah, karena itu aturlah waktumu sebaik-baiknya mulai dari sekarang....!!!!
28 Agustus 2015. Asrama 3 putra IAIN ANTASARI (sekarang UIN ANTASARI BANJARMASIN)
Senin, 12 Juni 2017
Senin, 03 April 2017
Memberi Alasan...
Kulihat dia duduk disamping pintu kaca ruangan kelas, dengan Hp ditangannya. Ingin mendekat, tapi mengapa juga ada rasa ingin menjauh? Kupasang jaket usangku dan kuputuskan untuk keluar ruangan, tanpa menoleh ke arah dia.
Sampai didepan pintu keluar, entah mengapa aku menolah kebelakang dan melihat dia dari balik pintu kaca. Kuliaht dia sedang membaca Qur'an dari Hp nya.
Keputusanku untuk tidak mendekat ternyata sudah tepat. Kupalingkan wajah senyumku kearah hujan. Embun sejuk dari rintiknya membasahi muka ku. Sejuk dan tenang.
Terbesit pikiran bodoh saat itu. "dia kedinginan? Apa aku harus menyerahkan jeket usangku? Bagaimana jika dia mau terima dan mau memakainya? Tidak, aku tidak ingin itu terjadi, dia akan malu memakai jaket usang ku." jawaban sudah ku temukan. Tapi terbesit kembali pikiran bodoh. "Bagaimana jika dia memang kedinginan? Mana yang lebih penting baginya? Malu atau kedinginan?......"
Setiap ku berpikir dan mengambil keputusan, keputusanku akan membuatku berpikir kembali untuk mengambil keputusan yang mana? Terus berulang, sampai aku berani bertanya dan namun ku dasari hujan sudah berhenti....
Selasa, 14 Maret 2017
Lupa :)
Jumat, 03 Maret 2017
PASANGAN DIRI. By: Desy Aulia
Pasangan Diri
Sepasag insan
manusiawi
Mengisyaratkan
bisikan hati
Apakah semua ini
akan kembali lagi?
Ataukah akan
hilang dan pergi?
Hanya waktu yang
menjawab semua ini
Cintaku ini
murni
Namun, apakah
kau anggup berarti?
Aku ingin kau kembali
Menemani saatku
sendiri
Nama: Desy Aulia
Kelas: XII IPS 1
13-11-2014
Minggu, 08 Januari 2017
Tahun Baru Bersama Suasana Baru, Dikota Barabai
Tahun baru
dikota Barabai. Kampung halaman yang penuh damai. Disetiap pohon-pohon yang
besarnya, adalah saksi setiap perubahan yang telah dicapai.
Seperti biasa
aku dan sahabatku mengatur recana untuk pergi ke Lapangan DWIWARNA. Kerena
disana akan dilaksanakan "Habsyi dan Shalawat Bersama" pada malam
tahun baru.
"Kita
pakai baju apa malam ini?" kata sahabatku memastikan pakaian.
"Dikondisikan
dan sesuaikan rencana kita saja" jawabku.
"Ok.
sip... nanti habis sholat Isya aku datang menjemput"
Maka
berangkatlah kami malam itu. Dengan memakai peci putih, menggunakan gamis
putih, kamipun berangkat menuju lapangan Dwiwarna yang penuh sesak dengan
berjalan kaki.
Pemandangan
yang sama ditahun-tahun sebelumnya adalah pasangan muda-mudi yang jalan-jalan.
Ada yang bergandengan tangan sambil jalan kaki dan ada pula yang satu motor
untuk berdua. Tiba-tiba tangan sahabatku menyenggolku.
"Dil, ada
vokalis Kangen Band yang jalan-jalan sama Raisa" Kata Tsabit sambil
memberi kode untuk melihat ke pasangan muda-mudi yang berjalan kaki disamping
kami.
Si vokalis
kangen band dengan rambut panjang menutupi muka, jaket kulit warna hitam,
celana jeans warna biru, dan pakai sepatu futsal warna Hijau Stabilo (tahu
hijau stabilo? itu lo warna hijau yang super JRENG dan kalau dilihat dari jarak
5 KM bisa kelihatan. hehhehe....) dan si Raisa tanpa menggunakan kerudung warna
rambutnya terlihat kemerah-merahan (kami tidak tahu apa penyebabnya, apakah
karena menggunakan pirang atau gara-gara dia tidak mandi? Pikir positif aja
mungkin warna rambutnya sudah dari kecil gitu) baju kaos warna merah ketat,
celana pensil yang juga ketat, dan menggunakan sendal jepit yang ada
loncengnya.
Aku menundukan
kepala dan berusaha menahan tertawa. Kulihat sahabatku juga melakukan hal yang
sama.
Aku telah
menemukan dua hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertama,
cewek dan cowok berjalan bersama menuju lapangan Dwiwarna, menggunakan pakaian
santai adalah sesuatau yang sangat aneh. Mengingat malam itu akan diadakan
"Habsyi dan Shalawat Bersama". Kedua, aku tidak melihat satu kembang
api pun diatas langit.
Langit Kota
Barabai malam itu bersih, penuh bintang. Ditambah dengan acara "Habsyi dan
Shalawat Bersama" membuat lengkap keindahan Lapangan Dwiwarna, Kota
Barabai pada malam itu.
*****
"Kita duduk dimana Dil?" tanya Tsabit ketika kami baru sampai dilapangan Dwiwarna.
Kulihat
rombongan Bapak Bupati juga baru saja sampai dilapangan Dwiwarna. "Tenang,
ikuti aku. Separti bisa Bit, gunakan wajah menyakinkan kita."
Kami berjalan
mengikuti rombongan Bapak Bupati dan berusaha agar berada tepat dibelakang
Bapak Bupati.
Akhirnya kami bisa duduk santai sambil menikmati 'Habsyi dan Shalawat Bersama'.
Iseng-iseng ku
tulis SMS yang isinya begini:
"Terima kasih banyak pak, karena malam ini telah melaksanakan kegiatan
yang sangat positif dikabupaten Hulu Sungai Tengah." ku pilih no tujuan
dan ku kirim.
Kulihat Bapak
Bupati memegang handphone nya. Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone ku, yang
isinya "alhamdulillah"
Kadang hal-hal
sederhana yang dilakukan oleh 'sang penguasa', akan sangat bernilai dimata
'sang rakyat jelata' seperti ku. Dan kadang, pujian dari 'sang rakyat jelata'
akan sangat berharga dimata 'sang penguasa'.
Ting :)
AndinKiky. Bagian 1
Seperti yang
kita ketahui bersama. Malam api unggun merupakan malam yang penuh suasana.
Duka, ceria, susah, bahagia, gelisah, damai, senang, sedih, dan cinta. Semuanya
bisa terjadi dan berasal dari api unggun yang sedang menyala. Apa lagi bagi
anggota Pramuka. Disaat api mulai menyala, disana ada seni, tawa, dan cerita.
Yang ditampilkan pada acara setiap satuan di pramuka. Dan, dari api unggun ini
jualah lahir sebuah cerita cinta anggota Pramuka.
“Semua sekolah
sudah tampil pentas seni, Jar?” Tanya Andin kepada Fajar yang saat itu jadi MC
pentas seni api unggun.
“Sudah, dan
kayaknya semua barang juga sudah dibawa deh sama Panitia Bidang Perlengkapan.
Kata ka Ipul, kita sudah bisa beristirahat sekarang” Jawab Fajar sambil melihat
ke arah jam tangannya yang menunjukan tepat pukul 23:00.
Andin
mengacungkan jari jempolnya ke arah Fajar. “sip... semangat Jar, kamu istirahat
aja duluan. Aku pengen menghangatkan tubuh dulu di depan api unggun.”
Mereka ber dua
berpisah. Andin berjalan menuju api unggun. Disana dia melihat seorang wanita
yang sudah duduk diatas matras sendirian menghadap ke arah api dan wanita itu
juga memakai seragam pramuka sama seperti dirinya.
“Boleh aku ikut
duduk?” tanya Andin sambil menoleh ingin mengetahui siapa wanita yang duduk
disana.
“Ya, boleh...
silahkan.” Kata wanita itu. Andin sangat mengenal suara dan wajah itu. Mereka
sudah satu kelas selama lima tahun. Nama wanita itu Kiky.
Mereka
bersampingan, Andin duduk disebelah kiri Kiky. Mereka berdua terdiam menikmati
hangatnya api unggun.
Malam semakin larut. Langit semakin jelas terlihat. Karena sang awan sudah
menepi diterpa angin laut. Bulan dan bintang-bintangpun bersinar lebih terang
tanpa hambatan yang merenggut.
“Andin.” Suara Kiky
memanggil nama Andin.
“Iya, ada apa?”
“Kamu bawa
Handpone? Boleh pinjam?”
Andin
mengeluarkan Handponenya dan menyerahkannya ke tangan Kiky. Kiky memfoto langit
yang penuh bintang-bintang itu.
“Coba lihat
Din” kata kiky sambil memperlihatkan hasil fotonya ke Andin. “Kalau kamu
disuruh milih, kamu milih bintang yang mana?”
“Mungkin yang
ini” Andin menunjuk ke arah satu bintang kecil dan paling redup dari
bintang-bintang lain yang ada pada foto. “Kalau kamu juga disuruh milih, kamu
milih bintang yang mana?”
Kiky menunjuk
satu bintang paling terang dan dekat dengan bintang-bintang lain yang ada pada
foto.
“Kenapa memilih
bintang ini?” tanya Andin.
Kiky mulai
menjelaskan. “Karena ku pikir, satu bintang paling terang itu merupakan bintang
paling dekat denganku, yang tahu betapa banyak kekuranganku, yang paling tahu
setiap sifat dan tingkah anehku, dan juga yang paling tahu bagaimana mengatasi
sifat dan tingkah anehku itu.”
Andin tersenyum
mendengar jawaban Kiky.
“Oh iya Din,
kenapa kamu memilih bintang yang kecil dan redup ini?” Sambung Kiky.
Sambil menatap
wajah Kiky yang kekuningan terkena cahaya api unggun, Andin mulai bercerita.
“Dulu, sebelum kamu bertanya tentang bintang hari ini. Aku sudah pernah
merenungkan dan memilih satu bintang diatas sana. Aku memilih bintang paling
kecil dan paling redup dari bintang-bintang yang lain. Karena aku pikir bintang
ini mewakili seseorang yang ku tahu setiap kekurangannya, yang ku tahu setiap
sifat dan tingkah anehnya, dan juga yang ku tahu cara mengatasi setiap sifat dan
tingkah anehnya itu. Selain itu, ku pikir bintang yang kecil dan redup itu
hanya perlu didekati agar tampak terang dan jelas.”
Kiky
menyandarkan kepalanya ke bahu kanan Andin. Malam yang gelap bersama cahaya
bulan dan bintang-bintang menjadi saksi bisu bahwa didepan api unggun pada hari
ini ada sepasang anggota Pramuka yang mencoba saling memahami perasaan satu
sama lain.
Tanpa terasa
tengah malam mulai bergerak kerah pagi. Andin berusaha agar bahunya tidak
bergerak dan membuat Kiky terbangun dari tidurnya. Api unggun didepan mereka
mulai meredup. Dan dingin sudah mulai menyelimut.
Perlahan-lahan
Andin melepas baju pramukanya dan menyelimutkan bajunya itu ke tubuh Kiky. Hal
seperti ini memang sudah sering terjadi di adegan-adegan filem, seorang
laki-laki memakaikan baju atau jaketnya ke seorang wanita pasangannya. Lambang
perlindungan dari seorang laki-laki untuk seorang wanita yang lembut, yang
harus laki-laki jaga. Tapi bagaimana jika kamu yang melakukannya atau
merasakannya sendiri? Pasti rasanya akan sangat berbeda.
Bersambung.... :)
Minggu, 09 Oktober 2016
A+
02:54
Ku tahu, buku itu sudah dipinjam orang lain
Buku tulis yang seharusnya selalu ku jaga
Yang seharusnya selalu ku isi dengan petualangan setiap detiku
Namun, buku itu dipinjam orang lain
Dan aku tak sempat menuliskan cerita didalamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak meminjamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak menuliskan ceritanya
Hanya saja ini terlalu sakit untuk orang perindu sepertiku
Hanya saja ini terlalu sedih untuk orang pemimpi sepertiku
Dia memang penulis petualangan yang baik
Tapi aku tak melemahkan diriku, bahwa aku juga punya petualangan hebat
Dan harus kutulis dalam buku itu.
Siapa yang tahu masa depan?
Mungkin saja dia kehilangan buku itu
Atau mungkin saja dia sengaja menghilangkannya?
A?
Ku tahu, buku itu sudah dipinjam orang lain
Buku tulis yang seharusnya selalu ku jaga
Yang seharusnya selalu ku isi dengan petualangan setiap detiku
Namun, buku itu dipinjam orang lain
Dan aku tak sempat menuliskan cerita didalamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak meminjamnya
Namun, bukan berarti orang lain itu tidak berhak menuliskan ceritanya
Hanya saja ini terlalu sakit untuk orang perindu sepertiku
Hanya saja ini terlalu sedih untuk orang pemimpi sepertiku
Dia memang penulis petualangan yang baik
Tapi aku tak melemahkan diriku, bahwa aku juga punya petualangan hebat
Dan harus kutulis dalam buku itu.
Siapa yang tahu masa depan?
Mungkin saja dia kehilangan buku itu
Atau mungkin saja dia sengaja menghilangkannya?
A?
Langganan:
Postingan (Atom)
