Minggu, 26 Juni 2016

Niysa dan Rafa

Niysa terbaring dirumah sakit tidak sadarkan diri. Air mata bercucuran dari mata prihatin yang berada disekitar tempatnya berbaring itu. Terutama air mata dari seorang teman laki-laki yang sudah dari dulu sangat mengenal Niysa.

Sudah satu bulan Niysa terbaring dan hampir setiap hari teman laki-lakinya itu menjenguknya. Pacar? Bukan, mereka berdua tidak mengenal istilah itu. Dia hanya seorang laki-laki yang tidak tahan melihat temannya terbaring sakit. Kadang dia menjenguk Niysa dirumah sakit bersama Ibunya. Keluarga mereka berdua sudah saling mengenal, karena dulu memang mereka pernah bertetangga hingga akhirnya keluarga Rafa pindah ke desa sebelah.

Rafa, itulah nama laki-laki baik itu. Laki-laki yang selalu dibacakan sholawat oleh Niysa diwaktu senggang. Laki-laki yang sangat mengenal kepribadian Niysa. Laki-laki yang kelak disebut ‘abi’ dalam rumah tangga bersama Niysa. Dan dia juga lah laki-laki yang lebih mencintai Allah daripada Niysa.

Kejadian itu tiba-tiba saja terjadi. Niysa mengeluh sakit kepala dan akhirnya koma sampai sekarang. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa ada Ensefalitis atau peradangan otak dikepala Niysa yang dapat mengakibatkan amnesia retrograde ketika dia sadar.

Itu artinya Niysa akan lupa dengan laki-laki baik bernama Rafa itu.

Mengetahui bahwa Niysa akan mengalami amnesia ketika sadar. Rafa menulis sebuah surat yang isinya....

Kalau kamu amnesia, aku hanya ingin kamu mengingat 3 hal: Pertama, Ingatlah Tuhanmu sebagaimana Dia yang telah menciptakan, dan Utusannya untuk membimbing kita.
Kedua, ingatlah Ibumu sebagaimana dia telah mengandung sejak buaian hingga kamu besar saat ini dan juga Ayahmu yang banting tulang hanya untuk kamu dan ibumu.
Ketiga, aku ingin kamu ingat dirimu sendiri dimana kamu yang membantuku untuk menuju kejalan yang lebih baik dan benar. Dan aku berterimakasih untuk 3 hal tersebut, karena telah ditemukannya dirimu kembali.


RAFA

Bersambung.....

Penasaran ya..?? sabar.. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar