Semua itu takkan terjadi jika seandinya wanita itu juga menyangi Awahir. Tapi apa yang salah dengan diri Awahir? Dimata kawan-kawanya yang lain, Awahir juga baik.
Awahir mencoba menerka-nerka kembali apa yang kurang dari dirinya. Tanpa terasa air mata mengalir ke pipinya. Ditariknya nafas panjang dan dipandangnya langit, di ingatnya kembali semua hal tentang wanita itu, semua keinginan wanita itu, semua hal yang Awahir korbankan agar wanita itu bisa dengan mudah menghadapi setiap masalahnya, semua hal yang awahir persiapkan namun diabaikan. Awahir ingat semua itu.!
Tiba-Tiba seorang teman Awahir bertanya "kamu mau gak, punya jodoh yang sifatnya seperti kamu.?"
Awahir langsung berkata "mau...." sambil mengusap air matanya.
"yakin.?????" kata teman Awahir lagi.
Awahir mulai termenung. Di ingatnya setiap keinginan yang dimenangkan oleh rasa malas dari dirinya sendiri. Di ingatnya pula setia kegagalan yang berasal dari kemalasnya sendiri. Di ingatnya pula setiap kesulitan karena dirinya sendiri "gak. Aku gak mau punya jodoh seperti diriku sendiri."
"tapi itu mustahil. Kalau kamu ingin jodoh yang berbeda dari diri kamu. Kerena yang baik untuk yang baik pula."
Mendengar perkataan itu Awahir tersenyum dan mengucapkan. "terimakasih" kepada temanya itu.
Awahir baru sadar. Bahwa seharusnya dia tidak fokus terhadap kesedihan, dia harus fokus pada dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengalami kesulitan nantinya.
smile emotikon siapa tahu nantinya, teman Awahir yang memberi nasehat itu adalah jodohnya...?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar