Senin, 12 Oktober 2015

Untuk Diriku Dimasa Depan

Untuk diriku dimasa depan,
"Maaf" kaliamat inilah pembuka pertama untuk surat ini.
"Maaf" jika kamu sekarang sedang frustasi.
"Maaf" jika aku yang sekarang, tidak baik untuk diriku dimasa depan.

Sebenarnya aku benci menulis surat seperti ini untukmu.
Ini sama saja aku menyesali segala hal yang belum terjadi padaku, tetapi sudah terjadi padamu.
Tapi ku mohon jangan melimpahkan segala penelasalanmu itu padaku, kamu juga salah kan.???

Kamu harus mengingat bulan "september 2015" kerena dibulan inilah kalimat kamu 'inya ada haja jalannya..!!' tidak berguna.
Jika kamu sukses ketika membaca surat ini kamu akan tertawa. Namun sebalikya yang akan terjadi jika kamu gagal dan meratap.

Rahma Fitriana, masih ingat nama dan orang itu? yang fotonya kau pajang didalam lemari dan kau tambahkan tulisan konyol 'jika bukan kau, untuk apa ku berjuang?' ha.he.he... lebay...
Ingatlah masa lalumu. Ingatlah selalu dengan keyakinan yang kau bungkus dengan harapan, doa dan usaha... Ingatlah juga dengan usaha dan keberhasilan yang kau banggakan... Ingatlah juga janji mu yang konyol dan ditertawanakan oleh semua orang yang mendengar kau bicara tentang SFA.
Ingatlah orang-orang ini: Ayah, Ibu, Kaka, Ponakan, Uwa, Guru, Sahabat, Teman, Mama Adel serta orang-orang yang telah meremehkanmu dan impianmu.

"Maaf" kalimat inilah yang pantas untuk menutup surat ini.
"Maaf" aku tidak bertujuan seratus persen untuk menasehatimu, semua ini untuk aku yang sekarang.
"Maaf" jika kalimat ini terlalu panjang. Kamu harus ingat dengan segala hal yang harus kamu lakukan. Jangan malas. Terus kerjakan... kata Rayyan "SAKIT itu, bukan alasan tuk bermalas-malasan.." kata Adur "inya ada haja jalannya..!!" kata khiruddin "Siap-Siap..!!" kata bapa Saprul "mun sudah tacabur, haram ba bulik, tarusakan sampai ka hujung..!!" dan ingat kata-kata hatimu sendiri. "kalo manyasal...!!!"


Banjarmasin, Selasa 13 September 2015. Asrama 3 IAIN Antasari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar